|
|
Home
|
IP Add Komputer anda :
38.107.191.91
|
|
|
|
| |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Agen
- Agen Kami
|
|
|
|
|
TERBUKA
KESEMPATAN
UNTUK MENJADI AGEN
DI SELURUH INDONESIA
|
|
|
| Cari
Produk |
|
|
.:: MEMBER AREA ::. |
| |
| |
|
LUPA PASSWORD ? |
|
Ambil dengan email anda
|
|
Info
& Peluang Bisnis Hubungi :
|
|
| |
|
| ANDA
BISA TRANSFER VIA |
| |
| |
|
|
| |
|
|
DENGAN
CYANO SPIRULINA DAPAT MEMBANTU MENGATASI : |
|
-
Stroke |
|
-
Kolesterol |
|
-
Asam Urat |
|
-
Diabetes Millitus/ Gula |
|
Darah/
Kencing Manis |
|
-
Sinusitis |
|
-
Nyeri Pinggang / Punggung |
|
-
Nyeri di Persendian |
|
-
Pusing/ Migran |
|
|
|
|
|
|
| |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
 |
 |
 |
| |
ARTIKEL MAJALAH TRUBUS TENTANG
KHASIAT SPIRULINA
Olah
Spirulina Saat Liliput Berubah Wujud
Penulis
:Lani Marliani/Peliput: Vina Fitriani |
Hamparan
jaring peneduh yang melingkupi 2 hektar
lahan di Distrik Dong Ying, Provinsi
Shandong, RRC Utara, terlihat megah.
Di bawahnya tampak kolam-kolam berukuran
besar berisi air kehijauan. Dari sanalah
serbuk-serbuk spirulina yang tengah
dikemas karyawan sebuah pabrik di kawasan
Cikarang, Bekasi, berasal. Fenomena
itu tak ubahnya di Kepong, Malaysia
yang mengemas spirulina kiriman dari
Hawaii, Amerika Serikat.
Spirulina
yang dipasarkan dalam berbagai kemasan
di tanahair memang semuanya impor, antara
lain dari Cina, Jepang, India, dan Amerika
Serikat. Di Indonesia bukannya tidak
ada tempat cocok untuk pengembangbiakan
makhluk berukuran mikroskopik itu. Alasan
belum ada investor yang memandang spirulina
sebagai makanan kesehatan itulah yang
paling tepat dikedepankan.
Memang
tidak banyak tempat bisa dijadikan ladang
pengkulturan spirulina. Jasad liliput
itu butuh persyaratan spesifik untuk
hidupnya. Selain perairan basa, pH di
atas 8,5, tempat itu harus steril dari
pencemaran udara, seperti debu dan zat-zat
kimia berbahaya. Bahkan menurut Prof
Riset I Nyoman Kabinawa, ahli teknologi
kultur mikroalga Indonesia, lingkungan
pun harus tenang.
Itulah
sebabnya Ultra Trend Biotech produsen
Spiruplus memilih Dong Ying di Provinsi
Shandong, RRC Utara, untuk lokasi budidaya.
Kami butuh waktu 1 bulan untuk mengapalkan
serbuk spirulina hingga Cikarang, ungkap
Billy Gan, presiden direktur Ultra Trend
Biotech Indonesia.
Pembudidayaan
spirulina juga dilakukan oleh Cyanotech
Company di Hawaii, Amerika Serikat,
tetapi kondisi tempatnya berbeda. Produsen
spirulina yang didistribusikan dengan
nama Luxor itu menambang spirulina di
lautan bebas. Hampir tak ada perbedaan
cara pengolahannya. Sebab, keduanya
sama-sama dibudidayakan di aliran air
tenang. Berikut pembudidayaan spirulina
seperti yang dituturkan Billy Gan dari
Ultra Trend Biotech dan Bob Capelli
dari Cyanotech Company langsung kepada
Trubus.
- Kedua
perusahaan, Ultra Trend Biotech
dan Cyanotech Company membudidayakan
jenis Spirulina platensis.
Bibit spirulina diperoleh secara
kultivasi di laboratorium. Setelah
penyeleksian selesai, terpilihlah
bibit spirulina terbaik. Bibit itu
lantas dimasukkan ke dalam galon
masing-masing bervolume 19 liter.
Galon itu berisi nutrisi agar ganggang
biru-hijau itu tumbuh lebih cepat.
Sebab, untuk mengisi seluruh kolam
paling tidak dibutuhkan bibit sebanyak
10 galon.
- Bibit
itu dimasukkan ke dalam kolam perbanyakan.
Pemindahan bibit dilakukan pada
awal Mei. Pada bulan itu suhu di
Dong Ying cukup hangat, 20ºC, cocok
untuk memulai budidaya. Kolam terbuat
dari semen, berukuran tinggi 60
cm, lebar 6 m, dan panjang mencapai
100 m. Kolam ini diisi air tawar
sampai ketinggian 30 cm. Air yang
digunakan dipompa dari dalam tanah
agar kebersihannya terjamin. Beda
halnya dengan pembudidayaan spirulina
di Cyanotech Company. Sumber air
yang digunakan berasal dari dasar
laut yang kedalamannya mencapai
6.000 meter. Air itu masih murni
dengan kandungan mineral lengkap,
kata Bob Capelli.
- Setiap
kolam dilengkapi pemutar yang digerakkan
listrik, dengan kecepatan 3-4 m/detik.
Pemutar ini digunakan untuk mengaduk
air kolam, sehingga semua bibit
spirulina dapat memperoleh sinar
matahari. Apabila air tidak diputar,
sinar matahari hanya mengenai spirulina
di permukaan atas kolam. Setiap
hari ditambahkan mineral ke dalam
kolam. Unsur-unsur seperti nitrogen,
potasium, besi, serta unsur penting
lainnya dapat meningkatkan kualitas
spirulina.
- Musim
tanam atau penyebaran bibit spirulina
dilakukan pada Mei hingga Oktober.
Spirulina sudah bisa dipanen 3-5
hari kemudian. Pemanenan dilakukan
setiap hari. Bahkan, saat puncak
musim panas, panen spirulina berlangsung
setiap jam agar terhindari dari
ledakan populasi. Cara panen, air
kolam di pompa dan dimasukkan ke
penyaring. Lantas spirulina yang
tersaring dicuci menggunakan air
bersih agar semua kotoran hilang.
Setelah bersih, spirulina itu dikeringkan
lantaran masih mengandung 80% air.
Sedangkan air yang keluar dari saringan
dimasukkan kembali ke dalam kolam.
- Spirulina
yang telah dicuci dimasukkan ke
spray drier. Panas yang
disemprotkan mesin mengubah bentuk
spirulina, dari cairan menjadi bubuk
kering. Teknologi lain diaplikasikan
Cyanotech. Pengalaman 23 tahun memproduksi
spirulina Cyanotech menemukan proses
teknologi ocean chill drying.
Proses pengeringan beku itu menjamin
tidak terjadinya oksidasi terhadap
karoten dan asam lemak spirulina.
Produk bisa bertahan lebih dari
5 tahun.
- Bubuk
spirulina dikemas dalam vacuum
pack lalu disimpan ke dalam
tong terbuat dari kertas. Dari Shandong,
Cina, Ultra Trend Biotech mengirimkan
200 tong masing-masing berisi 50
kg bubuk spirulina melalui laut
ke Indonesia. Setelah 30 hari perjalanan,
sampailah di Cikarang, Bekasi, Jawa
Barat. Sedangkan Cyanotech mengirimkan
bubuk spirulinanya ke Kepong, Kualalumpur,
Malaysia.
Setibanya di pabrik pengemasan,
bubuk spirulina langsung masuk ruang
penyimpanan berpendingin. Saat akan
diolah serbuk berwarna hijau itu
baru dikeluarkan. Ada yang memasukkan
serbuk itu ke dalam kapsul, ada
juga yang dibentuk menjadi tablet.
Dalam satu hari, masing-masing perusahaan
mampu mencetak 250.000 kapsul dan
tablet spirulina. Setelah dikemas
dalam botol dan kardus, produk siap
dipasarkan ke konsumen di seluruh
Indonesia.
(Lani Marliani/Peliput:
Vina Fitriani)

|
Artikel
Trubus Tentang Khasiat Spirulina Lainnya
New Page 1
|
|
|

| -
Food Expo International "The Best
Food & Agriculture" (Germany
1983)
- Certified Organic by USA
- Natural Food for The Future
FAO (1974)
- GRAS (Generally Recognized As
Safe) USA, FDA (1981)
- Quality Management System ISO
9002
- GMP Good Manufacturing Practice
- SALT FREE |
|
|
|
| |
 |
 |
|