New Page 1

New Page 1

Jangan menambah racun di tubuh anda. Saatnya berhenti mengkonsumsi obat-obat kimia. Kembalilah ke penyembuhan alami...
 
Diperkenalkan oleh : Ponirin | Email : panunggangan_bisnis@yahoo.com | Telp : 08129446555
SPIRULINA RAJA SEGALA MAKANAN  "THE KING OF FOOD"

 

 

MENU UTAMA

 

  Home

IP Add Komputer anda :

 38.107.179.237

 

Kandungan dan Manfaat
Pengendalian Mutu
Pengakuan Dunia
Artikel Trubus Tentang Spirulina
Harga Produk
Presentasi Spirulina
Profil Pengelola

Order Now
Order/ Belanja
Order Belanja

Kontak Kami
Berita Terbaru

Kembali ke Halaman Depan
Kembali ke halaman Utama

Agen - Agen Kami

 

Sumiyati S.Sos

Phone : 08129410229

Veteran 18 Jakarta Pst

 

Bang-Bang Ismail MAP

Phone : 081399211154

Jakarta Timur

 

Atjep Setijana

Phone : 081311056716

Veteran 16 Jakarta Pst

 

Dra. Ervina Chandra

Phone : 08129330034

Sumur Batu Kemayoran

 

Karyanto

Phone : 081807855985

Serdang Kemayoran

 

Rokiman / Aminah

Phone : 081321706367

Kaligesing Purworejo

 

Ir. Suwardi

Phone : 081310660468

Ciomas Bogor

 

Suyanto

Phone : 08128541407

Kebon Pedes Bogor

 

Hartoyo

Phone : 081366404561

Penerokan Jambi

 

Lulu Mulyadi

Phone : 081809256190

Bandung

 

Susilo Saputro

Phone : 085217172414

Kebayoran Baru Jakbar

 


Lihat Semua Agen Kami

TERBUKA KESEMPATAN
UNTUK MENJADI AGEN
DI SELURUH INDONESIA


Bookmark and Share
Cari Produk

.:: MEMBER AREA ::.

 Username

 

 Password

 

 

LUPA PASSWORD ?

Ambil dengan email anda 

 

Info & Peluang Bisnis Hubungi :

Ponirin

Cabang Tangerang

Melalui Telp / SMS di :

08129446555

Ponirin

Ponirin

Admin Support

Admin Support


ANDA BISA TRANSFER VIA

BCA
BNI
Bank Mandiri
BRI

DENGAN CYANO SPIRULINA DAPAT MEMBANTU MENGATASI :
- Stroke
- Kolesterol
- Asam Urat
- Diabetes Millitus/ Gula
Darah/ Kencing Manis
- Sinusitis
- Nyeri Pinggang / Punggung
- Nyeri di Persendian
- Pusing/ Migran





Satisfaction Guaranteed

 

 

 

ARTIKEL MAJALAH TRUBUS TENTANG

KHASIAT SPIRULINA

Olah Spirulina Saat Liliput Berubah Wujud

Penulis :Lani Marliani/Peliput: Vina Fitriani

Hamparan jaring peneduh yang melingkupi 2 hektar lahan di Distrik Dong Ying, Provinsi Shandong, RRC Utara, terlihat megah. Di bawahnya tampak kolam-kolam berukuran besar berisi air kehijauan. Dari sanalah serbuk-serbuk spirulina yang tengah dikemas karyawan sebuah pabrik di kawasan Cikarang, Bekasi, berasal. Fenomena itu tak ubahnya di Kepong, Malaysia yang mengemas spirulina kiriman dari Hawaii, Amerika Serikat.

Spirulina yang dipasarkan dalam berbagai kemasan di tanahair memang semuanya impor, antara lain dari Cina, Jepang, India, dan Amerika Serikat. Di Indonesia bukannya tidak ada tempat cocok untuk pengembangbiakan makhluk berukuran mikroskopik itu. Alasan belum ada investor yang memandang spirulina sebagai makanan kesehatan itulah yang paling tepat dikedepankan.

Memang tidak banyak tempat bisa dijadikan ladang pengkulturan spirulina. Jasad liliput itu butuh persyaratan spesifik untuk hidupnya. Selain perairan basa, pH di atas 8,5, tempat itu harus steril dari pencemaran udara, seperti debu dan zat-zat kimia berbahaya. Bahkan menurut Prof Riset I Nyoman Kabinawa, ahli teknologi kultur mikroalga Indonesia, lingkungan pun harus tenang.

Itulah sebabnya Ultra Trend Biotech produsen Spiruplus memilih Dong Ying di Provinsi Shandong, RRC Utara, untuk lokasi budidaya. Kami butuh waktu 1 bulan untuk mengapalkan serbuk spirulina hingga Cikarang, ungkap Billy Gan, presiden direktur Ultra Trend Biotech Indonesia.

Pembudidayaan spirulina juga dilakukan oleh Cyanotech Company di Hawaii, Amerika Serikat, tetapi kondisi tempatnya berbeda. Produsen spirulina yang didistribusikan dengan nama Luxor itu menambang spirulina di lautan bebas. Hampir tak ada perbedaan cara pengolahannya. Sebab, keduanya sama-sama dibudidayakan di aliran air tenang. Berikut pembudidayaan spirulina seperti yang dituturkan Billy Gan dari Ultra Trend Biotech dan Bob Capelli dari Cyanotech Company langsung kepada Trubus.

  1. Kedua perusahaan, Ultra Trend Biotech dan Cyanotech Company membudidayakan jenis Spirulina platensis. Bibit spirulina diperoleh secara kultivasi di laboratorium. Setelah penyeleksian selesai, terpilihlah bibit spirulina terbaik. Bibit itu lantas dimasukkan ke dalam galon masing-masing bervolume 19 liter. Galon itu berisi nutrisi agar ganggang biru-hijau itu tumbuh lebih cepat. Sebab, untuk mengisi seluruh kolam paling tidak dibutuhkan bibit sebanyak 10 galon.
  2. Bibit itu dimasukkan ke dalam kolam perbanyakan. Pemindahan bibit dilakukan pada awal Mei. Pada bulan itu suhu di Dong Ying cukup hangat, 20ºC, cocok untuk memulai budidaya. Kolam terbuat dari semen, berukuran tinggi 60 cm, lebar 6 m, dan panjang mencapai 100 m. Kolam ini diisi air tawar sampai ketinggian 30 cm. Air yang digunakan dipompa dari dalam tanah agar kebersihannya terjamin. Beda halnya dengan pembudidayaan spirulina di Cyanotech Company. Sumber air yang digunakan berasal dari dasar laut yang kedalamannya mencapai 6.000 meter. Air itu masih murni dengan kandungan mineral lengkap, kata Bob Capelli.
  3. Setiap kolam dilengkapi pemutar yang digerakkan listrik, dengan kecepatan 3-4 m/detik. Pemutar ini digunakan untuk mengaduk air kolam, sehingga semua bibit spirulina dapat memperoleh sinar matahari. Apabila air tidak diputar, sinar matahari hanya mengenai spirulina di permukaan atas kolam. Setiap hari ditambahkan mineral ke dalam kolam. Unsur-unsur seperti nitrogen, potasium, besi, serta unsur penting lainnya dapat meningkatkan kualitas spirulina.
  4. Musim tanam atau penyebaran bibit spirulina dilakukan pada Mei hingga Oktober. Spirulina sudah bisa dipanen 3-5 hari kemudian. Pemanenan dilakukan setiap hari. Bahkan, saat puncak musim panas, panen spirulina berlangsung setiap jam agar terhindari dari ledakan populasi. Cara panen, air kolam di pompa dan dimasukkan ke penyaring. Lantas spirulina yang tersaring dicuci menggunakan air bersih agar semua kotoran hilang. Setelah bersih, spirulina itu dikeringkan lantaran masih mengandung 80% air. Sedangkan air yang keluar dari saringan dimasukkan kembali ke dalam kolam.
  5. Spirulina yang telah dicuci dimasukkan ke spray drier. Panas yang disemprotkan mesin mengubah bentuk spirulina, dari cairan menjadi bubuk kering. Teknologi lain diaplikasikan Cyanotech. Pengalaman 23 tahun memproduksi spirulina Cyanotech menemukan proses teknologi ocean chill drying. Proses pengeringan beku itu menjamin tidak terjadinya oksidasi terhadap karoten dan asam lemak spirulina. Produk bisa bertahan lebih dari 5 tahun.
  6. Bubuk spirulina dikemas dalam vacuum pack lalu disimpan ke dalam tong terbuat dari kertas. Dari Shandong, Cina, Ultra Trend Biotech mengirimkan 200 tong masing-masing berisi 50 kg bubuk spirulina melalui laut ke Indonesia. Setelah 30 hari perjalanan, sampailah di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Sedangkan Cyanotech mengirimkan bubuk spirulinanya ke Kepong, Kualalumpur, Malaysia.
    Setibanya di pabrik pengemasan, bubuk spirulina langsung masuk ruang penyimpanan berpendingin. Saat akan diolah serbuk berwarna hijau itu baru dikeluarkan. Ada yang memasukkan serbuk itu ke dalam kapsul, ada juga yang dibentuk menjadi tablet. Dalam satu hari, masing-masing perusahaan mampu mencetak 250.000 kapsul dan tablet spirulina. Setelah dikemas dalam botol dan kardus, produk siap dipasarkan ke konsumen di seluruh Indonesia.
    (Lani Marliani/Peliput: Vina Fitriani)

Artikel Selanjutnya

 

- Food Expo International "The Best Food & Agriculture" (Germany 1983)

- Certified Organic by USA

- Natural Food for The Future FAO (1974)

- GRAS (Generally Recognized As Safe) USA, FDA (1981)

- Quality Management System ISO 9002

- GMP Good Manufacturing Practice

- SALT FREE

 
New Page 1

 

 

Informasi Lengkap Hubungi : Ponirin | Email : panunggangan_bisnis@yahoo.com | Telp : 08129446555

Best View With Internet Explorer

© Copyright 2008 : www.penyembuhan-alami.com